Tampilkan postingan dengan label Burung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 April 2012

Burung Unta, Burung Terbesar Yang Masih Hidup

Burung unta merupakan burung terbesar yang masih hidup. Dengan ketinggian hingga 2,5 meter (8 kaki), ia cukup besar untuk seseorang dewasa berbadan kecil menunggang mereka dan telah digunakan di sebagian Afrika Utara dan Arab sebagai hewan tunggangan perlombaan. Burung ini tidak dapat terbang dan termasuk dalam kumpulan primitif yang kurang dikenal, yaitu ratit (Palaeognaths). Nama ilmiahnya Struthio camelus.

Burung unta berasal dari sabana dan bagian gurun Afrika di utara dan selatan zona hutan khatulistiwa. Spesies yang terdapat di Timur Tengah, yakni S. c. syriacus, telah lenyap.
Burung unta dipelihara sebagai sumber daging di kawasan sejuk seperti Swedia. Rasa dagingnya seperti daging tak berlemak.

Menurut kepercayaan rakyat, burung unta terkenal karena menyembunyikan kepala mereka di dalam tanah saat berhadapan dengan bahaya. Perilaku ini tidak pernah dicatat atau dilihat, walaupun burung unta diketahui merendahkan kepala dan leher mereka ke tanah untuk melindungkan diri bila predator mendekat. Apabila terancam, burung unta mampu membuat predatornya luka parah dengan tendangan dari kaki mereka yang kuat itu.


Anggota lain kelompok Palaeognaths termasuk burung rea, emu, kasuari serta burung terbesar yang diketahui tetapi sekarang lenyap, Aepyornis.

Burung unta adalah hewan berdarah panas, mempunyai sayap dan tubuh yang diselubungi bulu. Bulu mereka tidak berfungsi sebagai kerajang udara, tetapi pernah populer sebagai hiasan topi wanita dan sebagainya. Paruhnya tidak bergigi dan lancip.

Burung unta mempunyai leher yang panjang dan mampu berlari hingga 65 km/jam.
Burung unta terkenal dengan sarang masyarakat, di mana beberapa ekor burung betina akan bertelur dalam satu sarang, untuk dierami oleh betina pada waktu siang dan jantan pada waktu malam. Telur burung unta adalah telur terbesar.



 Sumber

Budidaya Burung Merpati



Burung merpati termasuk jenis burung yang mudah dirawat, dan untuk mencari merpati pun bukan hal yang sulit, karna merpati banyak dijual di pasar burung. Bila ingin Membudidayakan Burung merpati anda harus tau trik untuk  memilih burung ini:

1. Burung yang kamu beli itu harus sehat. 
Ciri burung merpati yang sehat adalah memiliki bulu yang bagus,bagian ujung sayapnya tidak  turun, bila di tangkap dengan tangan bereaksi kuat/beringas.

2. Jangan membeli Burung merpati yang sudah tua
ciri-ciri burung merpati yang tua adalah sebagai berikut, daging di sekitar paruh yang kelihatan tebal. bagian lubang hidungnya juga terlihat ada kerutan daging tebal. bila di cermati paruhnya sudah ngak kilat.

3. Pelajari ciri-ciri antara induk pejantan dan induk betina
Induk pejantan biasanya memiliki paruh yang lebih tebal, lehar lebih besar, kepala yang lebih panjang dan besar. bulu disekitar lebih yang mengkilap. bila didekatkan burung lain pejantan/betina lain dia akan berkutut.
Sebagai tambahan, Anda mungkin bingung bila harus memilih burung yang banyak dalam 1 sangkar. Amatilah sebentar dan Perhatikan mana yang lebih dominan/menguasai kurungan tersebut, pilihlah burung yang dominan itu induk yang bagus dan baik untuk di budidayakan.

Ada 2 Macam cara Budidaya Burung Merpati yaitu:
1. Metode kandang, sistim ini kurang efektif karena burung merpati adalah burung yang suka bersosialisasi.
   Sehingga akan menekan terhadap keagresifan burung dan memperlama proses perjodohan, dan 
   bila menggunakan metode ini harus membuat sangkar yang luas.
2. Metode LEpas Kandang
   Metode ini sangat efektif, namun jangan keliru. Melepaskan burungnya setelah beberapa hari tinggal di sangkar.
   Misalnya 21 hari setelah pembelian, dan sebelum melepas untuk berjaga2 sayap burung di lakban/di lem isolas,
   Agar burung tidak bisa terbang jauh. 
Pengetahuan Mengenai cara Menjodohkan Burung
1. Pilih burung merpati yang akan kita jodohkan, tentu saja harus pastikan jantan dan betina. 
2. Kurung burung jantan dan betina dalam satu kandang. lebih bagusnya tutup kandang  pada malam hari.
3. Mandikan burung tiap hari dan jemurlah ,Setelah kering masukkan burung dalam kandang lagi dan beri makan. 
4. ulangi lagi dari no 2 -3 kurang lebih 3 hari maka burung akan jodoh.
Ciri-ciri burung yang sudah jodoh adalah bila si jantan di lepas akan terbang mencari si betina, dan bila didekatkan si jantan akan berkutut.

Kalo burung udah jodoh, Segera Persiapkan ranting/jerami biasanya akan digunakan sebagai tempat bertelur. Seekor betina biasanya akan bertelur 1-2 saja. Burung akan mengerami telurnya selama 20-21 hari apabila dalam waktu yang lebih belum menetas, telur itu busuk. Saat Sudah menetas berilah makan Be-er, karena pasti akan disuapkan ke anaknya tersebut.
Pakan Yang baik untuk burung merpati adalah jagung dan kacang hijau.
Selamat mencoba, Bila ada kekurangan mohon ditambahkan. Suksess terus berwira usaha !!!
Info tentang Budidaya lainnya klik disni.

Kamis, 05 April 2012

Moa Raksasa Punah Pada Tahun 1500

Moa raksasa (Dinornis) adalah genus burung ratite yang sudah punah yang masuk kedalam famili moa. Spesies ini endemik terhadap Selandia Baru.

Dinornis merupakan salah satu burung terbesar yang pernah hidup. Burung ini memiliki tinggi 3 m dan berat 300 kg. Sayapnya berwarna coklat kemerahan dan seperti rambut, dan menutupi hampir seluruh tubuh kecuali bagian bawah kaki dan kebanyakan kepala. Kakinya besar dan kuat, dan burung ini memiliki leher panjang yang membuat mereka dapat mencapai tanaman tinggi.

Moa raksasa, seperti moa lainnya, dihabisi oleh koloni manusia yang memburunya untuk makanan. Semua taxa pada genus ini punah pada tahun 1500 di Selandia Baru.



Sumber

Burung Emu Tasmania Punah di Abad 19

Emu Tasmania (Dromaius novaehollandiae diemenensis) adalah subspesies Emu yang telah punah. Binatang ini ditemukan di Tasmania dimana binatang ini terisolasi selama Pleistocene Akhir. Sebagai pertentangan terhadap takson emu pulau lain, Emu Pulau King dan Emu Pulau Kangguru, populasi di Tasmania cukup besar, yang berarti bahwa di sana tidak ada tanda penyebab ukuran populasi kecil sebagai dua lainnya yang terisolasi. Walau begitu, Emu Tasmania tidak memiliki kemajuan langsung dimana jenis ini dapat dipertimbangkan spesies yang jelas, dan bahkan statusnya sebagai subspesies jelas tidak secara keseluruhan disetujui sebagai binatang ini disetujui dengan unggas daratan pada pengukuran dan karakter luar yang digunakan untuk membedakan binatang ini - warna keputihan sebagai ganti hitam pada leher dan kerongkongan dan bagian leher yang tak berbulu - kelihatannya juga ditampilkan, sekalipun langka, dalam beberapa burung darat. Saat ini, binatang ini kelihatannya hanya diketahui dari tulang subfosil, kulit yang pernah hidup sekali telah hilang.

Sumber

Minggu, 01 April 2012

Kiwi, Simbol Negara Selandia Baru

Kiwi adalah spesies lain dari burung tidak dapat terbangyang endemik di Selandia Baru dari genus Apteryx (satu-satunya genus dalamfamili Apterygidae). Dalam ukurannya yang seperti ayam domestik, kiwi adalahratite hidup yang paing kecil. Seluruh spesies kiwi adalah spesies terancam.Kiwi juga merupakan simbol nasional Selandia Baru.

Burung kiwi dinobatkan sebagai ikon negara selandia barukarena beberapa hal berikut:

1.    Kiwi adalahburung yang khas berasal dari wilayah selandia baru, dan telah endemik selama jutaan tahun di sana.
2.    Burung kiwidianggap memiliki semangat nasional negeri itu yaitu mampu bertahan danberevolusi selama jutaan tahun.
3.    Kiwi telahmenjadi simbol bagi orang-orang selandia baru dalam hal usia, ras, gender, dankepercayaan.
4.  Kiwi telah menjadisebutan bagi orang selandia baru sejak lama. Hal ini diawali dari kisah seoranglelaki kelahiran Skotlandia yang pada permulaan tahun 1900 membuatproduk semir sepatu yang mampu membuat sepatu bersinar, tahan air, awet danlembut, yang ia sebut dengan semir Kiwi. Sebutan itu ia berikan sebagai bentukpenghargaan bagi negara calon istrinya yang berasal dari Oamaru selandia baru.Kemudian semir sepatu tadi menjadi populer selama masa Perang Dunia Pertama.Pada masa perang itu pasukan Amerika dan Inggris menggunakan semir tersebut danakhirnya menyebut orang-orang selandia baru dengan sebutan kiwi. Sebelummengenal semir itu mereka menyebut orang-orang selandia baru denganMaorilanders, En Zedders, atau Fernlanders, begitu semir kiwi menjadi populersebutan tadi berubah menjadi kiwi dan terus melekat bagi penduduk selandiabaru.
5.    Saat ini spesieskiwi termasuk sebagai hewan langka, maka dengan dijadikannya ia sebagai ikonNegara akan mendorong banyak upaya pelestarian dan perlindungan bagikelangsungan hidup kiwi agar tidak punah.

    Sabtu, 24 Maret 2012

    Penguin Adelia, Menjadikan Matahari Sebagai Pedoman

    Penguin Adelie adalah spesies penguin yang umum disepanjang pantai Antartika secara keseluruhan. Distribusi mereka berada di paling selatan pantai Antartika diantara penguin kaisar (Aptenodytes forsteri), skua kutub (Stercorarius maccormicki), petrel badai wilson (Oceanites oceanicus), dan petrel salju (Pagodroma nivea). Adapun burung ini ditemukan pada 1840 oleh penjelajah Perancis, yaitu Jules Dumont d'Urville. Ia menamai penguin ini untuk istrinya, Adéle.

    Penguin Adélie adalah salah satu dari tiga spesies dalam genus pygoscelis.Bukti Mitokondria dan nuklir DNA menunjukkan bahwa genus ini berpisah dari penguin lainnya 38 juta tahun yang lalu, sekitar 2 juta tahun setelah dari nenek moyang dari genus Aptenodytes. Pada gilirannya, penguin Adelie memisahkan diri dari anggota lain dari genus 19 juta tahun yang lalu.


    Panjang mereka 25 inci(70 cm) dan beratnya antara 4-5,5 kilogram. Bulu dibagian belakang kepala yang agak memanjang yang bertumbuh apabila sudah dewasa menjadi jambul. Penguin yang belum 14 bulan, tidak memiliki dagu hitam, dan juga cincin putih disekitar matanya.

    Penguin Adélie makan kril, cumi-cumi, dan ikan. Mereka dapat menyelam hingga 575 kaki (175 m) untuk mencari makan. Paruh mereka agak gemuk, tapi tepiannya kasar, salah satu kegunaannya adalah untuk menangkap ikan yang licin .Badan mereka memang khusus dirancang untuk berburu. Ilmuwan percaya bahwa penguin adélie makan lebih sedikit pada musim dingin daripada musim lainnya.

    Penguin Adelie tiba di alasan mereka berkembang biak pada bulan Oktober atau November, pada akhir musim dingin dan awal musim semi. Pada bulan Desember, bulan terpanas di Antartika (sekitar -2 ° C), orang tua bergiliran mengerami telur, satu pergi untuk memberi makan dan yang lain tetap lainnya untuk menghangatkan telur. Para orangtua yang mengerami tidak makan. Pada bulan Maret, orang dewasa dan kembali muda mereka ke laut. Penguin Adelie hidup di es laut tetapi perlu tanah bebas es untuk berkembang biak. Dengan penurunan es laut dan kelangkaan makanan, populasi penguin Adelie sudah turun 65% selama 25 tahun terakhir.

    Penguin Adélie hidup di Laut Ross di kawasan Antartika dan bermigrasi rata-rata sekitar 13.000 kilometer selama tahun saat mereka mengikuti matahari dari koloni mereka untuk alasan musim dingin mencari makan dan kembali lagi. Perjalanan mereka yang terpanjang telah tercatat hingga 17.600 kilometer. Penguin Adélie sering tersesat juga, ini disebabkan karena mereka menjadikan matahari sebagai pedoman. Jadi apabila malam tiba, terkadang penguin jenis ini tersesat.

    Sumber

    Jumat, 23 Maret 2012

    Penguin Kaisar, Ras Terbesar

    Penguin kaisar yang mempunyai nama latin Aptenodytes forsteri, termasuk jenis yang terbesar di antara famili penguin, yaitu dengan tinggi badan mencapai lebih dari 1 meter dan bobot lebih dari 35 kg. Sama seperti jenis penguin lainnya, penguin kaisar juga memiliki kaki yang berjaring dan bulu tebal di seluruh tubuhnya yang kedap air, dan merupakan spesies burung yang tidak dapat terbang.
    Penguin kaisar dideskripsikan pada tahun 1844 oleh zoolog Inggris George Robert Gray.
    Namun ciri yang paling terlihat untuk membedakan penguin kaisar dengan jenis penguin lain adalah garis kuning samar pada bagian lehernya. Berbeda dengan penguin raja, dimana garis kuning pada leher penguin ini lebih mencolok dan membentuk lengkungan tegas di lehernya daripada Penguin kaisar.


    Populasi Penguin kaisar hanya terdapat di Benua Antartika - kutub selatan bumi, merupakan daerah terdingin di belahan dunia paling selatan dengan suhu terendah mencapai -73° celcius. Mereka bersarang di sepanjang wilayah tepi pantai benua Antartika.
    Penguin kaisar dapat bertahan hidup disuhu dingin tersebut karena lapisan lemak setebal 2-3 cm pada tubuhnya berguna untuk menyimpan panas dan memisahkan udara dingin dari luar.

    Makanan utama penguin kaisar adalah ikan, udang, dan cumi-cumi. Anatomi sayap yang pendek memungkinkan penguin jenis ini untuk berenang hingga sejauh 15 km dan menyelam sampai pada kedalaman 900 kaki selama 18 menit. Oleh karena itu, ikan yang dimakannya lebih besar daripada yang dimakan oleh penguin-penguin dengan ukuran tubuh lebih kecil.

    Periode masa kawin pada penguin kaisar terjadi sepanjang tahun pada bulan Juni-Agustus. Penguin jantan dewasa akan mengepak-kepakan sayap untuk menarik perhatian betinanya, kemudian ketika mereka sudah menemukan satu pasangan yang tepat keduanya akan membuat ikatan dengan cara saling menepukan sayap di bagian belakang leher. Penguin adalah spesies burung yang setia pada satu pasangan.
    Setelah mengalami masa kawin, penguin betina akan bertelur dan telur dari penguin kaisar berbentuk seperti buah pir. Masa mengerami adalah tugas dari penguin jantan, selama kurang lebih 3 bulan, telur akan dierami di atas kaki penguin dan dilindungi oleh bagian bawah perut mereka. Kemudian penguin-penguin jantan tersebut akan membentuk koloni besar untuk menjaga suhu telur tetap hangat, sementara penguin betina secara berkelompok akan pergi hingga sejauh 90 mil untuk mengumpulkan makanan.


    terdapat 40 koloni pertangkaran di sekitar Antartika, dan dalam satu koloni tersebut masing-masing berjumlah hingga 10.000 ekor Penguin Kaisar dewasa. Koloni ini akan terus bersama-sama dan saling menghangatkan satu sama lain dengan cara berdiri saling berhimpitan, terutama ketika penguin jantan sedang mengerami telur. Pada bulan Januari-Februari, penguin akan bermigrasi ke arah selatan bumi untuk mencari makanan.

    Bayi penguin tidak pernah diajarkan cara berenang, menyelam ataupun berburu oleh orangtuanya. Secara otomatis, penguin akan beradaptasi dengan sendirinya untuk bertahan hidup. Jika mereka lelah berjalan, penguin - penguin akan meluncur di atas es menggunakan bagian dadanya.
    Populasi penguin kaisar bergantung pada jumlah ikan yang ada di laut, jika penangkapan ikan oleh manusia terus dilakukan secara besar-besaran maka populasi penguin pun dapat berkurang jumlahnya. Secara umum penguin tidak memiliki banyak musuh, singa laut adalah musuh utama mereka. Akan tetapi dengan kelincahan mereka di dalam air, penguin dapat dengan mudah menghindarinya.

    Sumber

    Kamis, 22 Maret 2012

    Burung Kormoran

    Kormoran adalah jenis burung dari famili Phalacrocoracidae bersama dengan Shag. Saat ini telah dibuat beberapa usulan klasifikasi, dan banyak yang dipertentangkan.

    Kormoran dan Shag adalah burung laut berukuran medium hingga besar. Ukuran mereka bervariasi, dari 45 cm dengan berat 340 gram (Kormoran Pigmi, Phalacrororax pygmaeus) hingga yang berukuran 1 meter dengan berat 5 kg (Kormoran Galapagos, Phalacrocorax harrisi). Kormoran yang diketahui telah punah, Kormoran Spectacled (Phalacrocorax perspicillatus) memiliki massa 6,3 kg. Mayoritas kormoran memiliki bulu berwarna gelap, namun di belahan bumi bagian selatan, warnanya hitam dan putih, dan beberapa memiliki banyak warna (Shag Selandia Baru).


    Mereka lebih sering berkeliaran di bibir pantai dari pada di atas laut, dan beberapa berkoloni di atas karang laut. Nenek moyang mereka adalah burung yang menetap di perairan air tawar. Mereka berada di seluruh dunia kecuali di kepulauan di tengah-tengah samudra Pasifik.
    Seluruh spesies kormoran adalah pemakan ikan, belut kecil, bahkan ular laut. Mereka menyelam dari permukaan. Mereka mendayung dengan kaki mereka untuk menyelam di air laut untuk mencari makan. Beberapa spesies diketahui mampu menyelam hingga 45 meter.

    Setelah menangkap ikan, mereka kembali ke pantai, dan seringkali terlihat sedang menjemur sayapnya di bawah sinar matahari. Seluruh spesies kormoran memiliki kelenjar khusus yang mempu menjaga bulu mereka tahan air, meski ada juga yang mengatakan bahwa bulu mereka memang tahan air tanpa adanya kelenjar tersebut. Ada juga yang mengatakan bahwa bulu mereka menyerap air namun tidak membasahi lapisan bulu dan kulit mereka. Kegiatan mengeringkan sayap ini sering terlihat, bahkan bagi Kormoran Galapagos yang tidak memiliki kemampuan lagi untuk terbang. Fungsi lainnya mengenai perilaku melebarkan sayap mereka pasca menangkap ikan adalah untuk pengaturan termal/panas tubuh dan membantu pencernaan.

    Kormoran adalah burung yang bersarang secara koloni, menggunakan pepohonan, bebatuan, atau tebing jurang. Telur mereka berwarna biru, dan umumnya hanya berjumlah satu setiap tahunnya. Kormoran muda diberi makan dari muntahan induk mereka.

    Sumber

    Rabu, 21 Maret 2012

    Pelatuk Paruh Gading

    Pelatuk paruh gading (Campephilus principalis) adalah salah satu spesies dari familia Burung pelatuk, Picidae; binatang ini secara resmi didaftarkan sebagai spesies terancam, namun pada akhir abad ke-20 telah ditetapkan secara luas sebagai spesies yang telah punah.

    Sebuah laporan menyatakan ditemukannya spesies jantan di Arkansas pada tahun 2004 dan 2005 dilaporkan oleh sebuah regu dari Laboratorium Ornitologi Cornell pada April 2005 (Fitzpatrick et al., 2005). Jika benar, hal ini akan menjadikan Pelatuk paruh gading menjadi sebuah spesies lazarus, suatu spesies hidup yang ditemukan kembali setelah ditetapkan punah selama beberapa waktu.
    Penawaran sebesar $ 10.000 ditawarkan untuk informasi yang bisa menunjukkan sarang, tempat bertengger atau tempat makan Pelatuk paruh gading.


    Pada akhir September 2006, sebuah regu Ornitologi dari Universitas Auburn dan Universitas Windsor menerbitkan makalah yang menyatakan pendapat yang mendetail mengenai bukti-bukti keberadaan Pelatuk Paruh Gading di sepanjang Sungai Choctawhatchee di Florida bagian barat laut. (Hill et al., 2006). Di samping laporan awal dari Arkansas dan Florida, bukti lain yang dapat menjadi acuan dalam menetapkan keberadaan populasi Pelatuk Paruh Gading yang bedasarkan foto atau video, contoh spesies, atau DNA dari bulu burung tersebut, sampai sekarang belum didapatkan. Meskipun begitu, usaha pembebasan tanah dan pemulihan sekarang sedang dilakukan untuk melindungi kelangsungan hidup pelatuk ini.

    Pelatuk Paruh Gading merupakan jenis pelatuk berukuran besar dari Amerika Serikat. Spesies yang terbesar dari semua pelatuk adalah Pelatuk Raja (C.imperialis) dari Meksiko barat, yang merupakan spesies langka lainnya. Panjang Pelatuk Paruh Gading adalah 50 cm dan berat 600 gram. Binatang ini memiliki rentang sayap sepanjang 75 cm.

    Burung ini berwarna hitam kebiruan dengan putih pada bagian leher hingga punggungnya dan putih yang lebih lebar pada tepi luar dan dalam sayapnya. Pada dalam sayap juga berwarna putih di sepanjang tepinya, mengakibatkan garis hitam hanya terdapat di sepanjang permukaan dalam sayap bagian tengah lalu melebar pada bagian ujung sayap. Jambul berwarna hitam pada betina dan anak-anak. Pada jantan, jambul berwarna hitam sepanjang sisinya, berubah serampangan menjadi merah pada ujung atas hingga belakang. Dagu dari Pelatuk Paruh Gading berwarna hitam. Ketika bertengger dengan sayap terlipat, baik pada jantan maupun betina akan tampak bidang kecil putih pada bagian punggung bagian bawah berbentuk segitiga kasar. Karakteristik tersebut menjadi cirinya sejak kecil dan Pelatuk Jambul paruh hitam. Pelatuk Jambul umumnya berwarna hitam kecoklatan, abu-abu kehitaman, atau biru kehitaman pada warnanya. Binatang ini juga memiliki belang putih pada leher tapi punggungnya yang umumnya berwarna hitam. Pelatuk Jambul muda dan dewasa memiliki jambul merah dan dagu putih. Kebanyakan Pelatuk jambul biasanya tidak memiliki warna putih pada tepi permukaan luar sayap mereka dan ketika bertengger secara normal akan tampak satu bidang kecil berwarna putih pada setiap sisi tubuhnya dekat pinggir sayap. Bagaimanapun, Pelatuk Jambul, setiap individunya tampak berbeda dari biasanya, telah dilaporkan bahwa permukaan putih pada sayapnya, berbentuk segitiga putih pada bagian punggung terbawah ketika bertengger. Seperti kebanyakan pelatuk, Paruh gading memiliki paruh yang kuat dan panjang, gesit, keras, dan lidah pengait. Antar Pelatuk Amerika Utara, paruh gading merupakan spesies unik dalam memiliki paruh yang berujung kasar, membentuk banyak seperti pahatan pada kayu. Gendangan burung ini hanya sekali atau dua kali ketukan. Empat panggilan berbeda diungkapkan dalam suatu kebudayaan dan 2 direkam pada tahun 1930-an. Yang paling umum, adalah kent atau hant, suaranya seperti trompet mainan yang sering diulang secara berurutan. Ketika burung ini diganggu, nada kent naik, hal itu sering diulangi, paling sering dua kali. Suatu, panggilan lain, juga direkam, ini deberikan antara individu di sangkarnya, dan telah diungkapkan seperti yent-yent-yent.

    Pelatuk Paruh Gading menyukai kayu keras rawa dan Hutan Pinus, yang sejumlah besar pohonnya telah mati dan membusuk. Sebelum Perang Saudara Amerika, sebagian besar Amerika Serikat bagian selatan tertutup hutan kayu keras yang luas yang diperkirakan merupakan habitat burung itu. Pada waktu itu, Pelatuk Paruh Gading tersebar dari Texas bagian timur sampai Carolina Utara, dan dari Illinois bagian selatan sampai Florida dan Kuba. Setelah Perang Saudara, industri kayu menebangi hutan berjuta-juta hektar di Selatan, menyisakan sedikit habitat yang dapat dihuni.
    Pelatuk Paruh Gading suka makan larva kumbang pada sarang-sarang di kayu. Binatang ini juga suka makan biji, buah, dan serangga. Burung ini menggunakan paruh putihnya yang besar untuk mematuk, memecah, dan mengupas kulit kayu pada pohon yang mati untuk menemukan serangga. Anehnya, burung ini memerlukan jarak sekitar 25 km² (10 mil persegi) setiap hinggap sehingga mereka hanya dapat menemukan cukup makanan untuk memberi makan anak-anaknya dan dirinya. Karenanya, sedikit sekali populasi yang sehat. Kebanyakan Pelatuk Jambul bersaing untuk makan dengan spesies ini.

    Aktivitas pemulihan diperburuk dengan perburuan para kolektor yang membantai populasi Pelatuk Paruh Gading pada akhir 1800an. Hal ini menjadikan pertimbangan punah pada 1920an, ketika sepasang burung ditemukan di Florida, yang ditembak hanya untuk spesimen.
    Pada 1938, diperkirakan 20 individu hidup di alam liar, sekitar 6-8 diantaranya hidup di hutan tua yang sedang tumbuh yang dikenal Tanah Penyanyi di Louisiana, yang dimiliki Penggilingan dan Perusahaan Kayu Chicago. Perusahaan ini meremehkan perizinan dari empat Gubernur Selatan dan Lembaga Nasional Audubon bahwa tanah umum dibeli dan disimpan sebagai cadangan, dan menggundulkan hutan. Pada 1944 terakhir diketahui Pelatuk Paruh Gading betina, meninggalkan area yang gundul itu.

    Sumber

    Bayan Malam, Ditemukan Kembali Tahun 1990

    Bayan malam (Pezoporus occidentalis) adalah bayan ekor lebar berukuran kecil yang merupakan endemik dari benua Australia. Spesies ini sebenarnya ditempatkan dalam genus tersendiri (Geopsittacus) (Forshaw & Cooper, 1989, juga Gould, 1865), namun banyak ilmuwan saat ini lebih memilih menempatkannya ke dalam genus Pezoporus menurut Leeton et al. (1998), begitu juga dengan bayan tanah. Burung budgerigar yang terkenal tidak terlelu berkerabat jauh (Christidis et al., 1991) dengan burung ini.

    Bayan malam (Pezoporus occidentalis), burung langka Australia, dianggap punah pada 1880-an dan ditemukan kembali pada 1990.



    Sumber

    Takahe Yang Sempat Punah

    Takahē (Porphyrio hochstetteri) adalah burung yang tidak bisa terbang asli Selandia Baru dari keluarga Rallidae. Burung ini sempat dianggap punah setelah empat spesimennya ditemukan tahun 1898. Namun, setelah dilakukan pencarian burung ini akhirnya ditemukan lagi oleh Geoffrey Orbell dekat Danau Te Anau di Pegunungan Murchison, Pulau Selatan, pada 20 November, 1948. Tatanama biologi dari burung ini memperingati geologis berkebangsaan Austria Ferdinand von Hochstetter.
    Spesies yang berkerabat, Takahē Pulau Utara (P. mantelli) telah punah dan hanya diketahui dari sisa-sisa kerangkanya saja. Keduanya dianggap sebagai subspesies Mantelli dan ditempatkan dalam genus Notornis. Namun, telah diketahui bahwa perbedaan antara Porphyrio dan Notornis tidak cukup untuk memisahkan kedua spesies.


    Takahē adalah anggota Rallidae yang terbesar, burung ini memiliki tinggi 63 cm dan memiliki berat sekitar 3 kg. Burung ini besar, bersayap kecil, kaki yang kuat dan paruh yang besar.
    Takahē dewasa umumnya berwarna ungu-kebiruan, dengan punggung berwarna hijau. Dan paruh berwarna kemerahan. Lutut berwarna merah muda. Burung jantan dan betina memiliki warna yang sama, walaupun Takahē betina berukuran lebih kecil, sedangkan anak Takahē berwarna cokelat pucat. Burung ini bersuara berisik dan keras.

    Sumber

    Cendrawasih Biru, Cendrawasih Terindah

    Cendrawasih Biru atau dalam nama ilmiahnya Paradisaea rudolphi adalah sejenis burung cendrawasih berukuran sedang, dengan panjang sekitar 30cm, dari genus Paradisaea. Burung ini berwarna hitam dan biru, berparuh putih kebiruan, kaki abu-abu, iris mata berwarna coklat tua, di sekitar mata terdapat dua buah setengah lingkaran putih dan sayap berwarna biru terang.


    Burung jantan dewasa memiliki bulu-bulu jumbai hiasan pada sisi dada yang berwarna biru keunguan jika dilihat dari bawah dan berwarna coklat kemerahan jika dilihat dari atas. Pada bagian dadanya terdapat lingkaran oval hitam dengan tepi berwarna merah. Diekornya terdapat dua buah tali panjang berwarna hitam dengan ujung membulat berwarna biru. Betina berukuran lebih kecil, tanpa dihiasi bulu hiasan dan tubuh bagian bawah berwarna coklat kemerahan.

    Daerah sebaran Cendrawasih Biru terdapat di hutan-hutan pegunungan Papua Nugini bagian timur dan tenggara, umumnya dari ketinggian 1.400 meter sampai ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut.
    Cendrawasih Biru adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang memamerkan bulu-bulu hiasannya. Tidak seperti burung cendrawasih Paradisaea lainnya, Cendrawasih Biru jantan melakukan tariannya tidak dalam kelompok. Jantan menggantungkan badannya ke bawah, membuka memamerkan bulu hiasannya seperti kipas biru sambil berkicau dengan suara menyerupai dengungan rendah. Didekatnya terdapat seekor betina. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain. Pakan burung Cendrawasih Biru terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.

    Cendrawasih Biru ditemukan oleh Carl Hunstein dalam salah satu ekspedisinya di pulau Irian pada tahun 1884. Nama ilmiah spesies langka ini memperingati seorang putra mahkota dari Austria bernama Rudolf von Österreich-Ungarn.
    Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, serta populasi dan daerah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas, Cendrawasih Biru dievaluasikan sebagai rentan di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix II dan dilindungi oleh hukum di Papua Nugini.


    Sumber