Tampilkan postingan dengan label Mamalia Laut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mamalia Laut. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 April 2012

Paus Pemunuh, Predator Puncak Dilaut

Paus Pembunuh atau Orca (Orcinus orca) adalah spesies terbesar dari keluarga lumba-lumba. Spesies ini ditemukan di seluruh samudera, dari kawasan dingin seperti Artik dan Antarktika hingga kawasan bersuhu hangat.

Paus Pembunuh merupakan predator puncak di lautan, kebanyakan populasi memakan ikan, sementara populasi lainnya memakan mamalia laut seperti singa laut, anjing laut, walrus hingga paus besar. bahkan pada 04 oktober 1997 di lepas pantai California Amerika Serikat pun, sekelompok pengamat paus yang sedang di bepergian di pulau farallon telah merekam sebuah kejadian unik tentang paus pembunuh yang menyerang hiu putih dewasa dan kemudian memakan hiu tersebut. Pernyataan yang mengatakan bahwa Hiu merupakan predator yang mengendalikan rantai makanan teratas di laut pun dipatahkan karena peristiwa itu.


Paus pembunuh hidup secara berkelompok mereka juga sering berburu bersama.IUCN menetapkan status konservasi paus pembunuh adalah tidak diketahui,karena beberapa paus pembunuh berbeda jenis.Beberapa populasi lokal sudah terancam karena kehilangan habitat,polusi,ditangkap untuk taman mamalia laut,dan konflik dengan nelayan.

Sumber

Lumba-lumba Hidung Botol

Lumba-lumba hidung botol (Tursiops truncatus) adalah spesies lumba-lumba yang paling umum dan paling dikenal orang. Habitatnya berada di perairan hangat di seluruh dunia dan dapat ditemui di hampir seluruh perairan kecuali Samudra Arktik dan Samudra Selatan.

Lumba-lumba hidung botol berwarna abu-abu yang bervariasi dari abu-abu gelap di bagian atas dekat sirip punggung ke abu-abu muda keputih-putihan di bagian bawah. Corak warna ini membuat mereka sulit dilihat dari atas dan bawah. Lumba-lumba hidung botol dewasa memiliki panjang antara 2 sampai 4 meter dan berat dari 150 sampai 650 kilogram.

Sumber

Lumba-lumba Mamalia Super Cerdas

Lumba-lumba adalah mamalia laut yang sangat cerdas, selain itu sistem alamiah yang melengkapi tubuhnya sangat kompleks. Sehingga banyak teknologi yang terinspirasi dari lumba-lumba. Salah satu contoh adalah kulit lumba-lumba yang mampu memperkecil gesekan dengan air, sehingga lumba-lumba dapat berenang dengan sedikit hambatan air. Hal ini yang digunakan para perenang untuk merancang baju renang yang mirip kulit lumba-lumba.

Lumba-lumba memiliki sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi dan menerima rangsang yang dinamakan sistem sonar, sistem ini dapat menghindari benda-benda yang ada di depan lumba-lumba, sehingga terhindar dari benturan. Teknologi ini kemudian diterapkan dalam pembuatan radar kapal selam. Lumba-lumba adalah binatang menyusui. Mereka hidup di laut dan sungai di seluruh dunia. Lumba-lumba adalah kerebat paus dan pesut. Ada lebih dari 40 jenis lumba-lumba.
Bayi lumba-lumba yang baru lahir akan dibawa ke permukaan oleh induknya agar bisa menghirup udara. Lumba-lumba perlu naik ke permukaan untuk bernapas supaya tetap hidup. Lumba-lumba bernapas melalui lubang udara yang terletak di atas kepalnya. Tubuhnya yang licin dan ramping sangat sesuai untuk berenang. Induk lumba-lumba menyusui anaknya dengan susu yang gurih dan menyediakan energi bagi anaknya supaya cepat besar. Setiap anak lumba-lumba selalu berada di dekat induknya, sehingga ibunya bisa melindungi dari bahaya. Lumba-lumba selalu menjaga hubungan dengan anaknya hingga tumbuh semakin besar. Induk lumba-lumba memanggil anak anaknya dengan siulan khusus yang bisa mereka kenali.

Lumba-lumba hidup dan bekerja dalam kelompok atau disebut kawanan. Mereka sering bermain bersama. Seekor lumba-lumba tidak bisa tidur nyenyak di bawah air. Ia bisa tenggelam. Oleh karena itu, ia setengah tidur beberapa saat dalam sehari. Lumba-lumba makan cumi dan ikan seperti ikan mullet abu-abu. Kadang kadang Lumba-lumba menggiring kawanan ikan agar mudah ditangkap. Lumba-lumba mencari jalan dengan mengirimkan suara di dalam air. Jika suara itu mengenai suatu benda, suara itu akan dipantulkan kembali sebagai gema. Kadang kadang, suara gaduh di laut akibat pengeboran minyak dapat membingungkan lumba-lumba. Mereka akan mengalami kesulitan dalam mengirim dan menerima pesan.

Manusia senantiasa tertarik dengan kisah lumba-lumba. Bangsa Romawi telah membuat gambar mozaik lumba-lumba sekitar 2.000 tahun lalu. Sekarang, manusia senang berenang di laut bersama binatang yang pandai dan bersahabat seperti lumba-lumba. Lumba-lumba harus berhati hati terhadap ikan hiu yang mungkin menyerang mereka sewaktu waktu. Mereka melindungi diri dengan gigi giginya, kadang-kadang mereka menggunakan paruhnya sebagai pelantak. Manusia dapat menjala banyak sekali ikan bagi lumba-lumba untuk makanannya. Terkadang, lumba-lumba tertangkap oleh jaring nelayan. Mereka tidak dapat menghirup napas di permukaan, akibatnya mereka tenggelam. Ketika bahan kimia yang berbahaya dibuang ke laut, limbah itu bisa meracuni makanan yang dimakan lumba-lumba. Pembangunan waduk di sungai dan pengeringan danau hanya menyisakan sedikit tempat bagi binatang seperti lumba-lumba Brazil untuk hidup.

Lumba-lumba tergolong sebagai mamalia yang cerdas. Lumba-lumba dapat menolong manusia, bila lumba-lumba sudah terlatih, bahkan lingkaran api pun dapat mereka terobos. Singa laut, spesies primata, ikan paus dan anjing juga termasuk binatang yang cerdas. Lumba-lumba yang sudah terlatih dapat melakukan berbagai atraksi dan mereka juga dapat berhitung, tetapi Lumba-lumba liar belum dapat melakukan berbagai atraksi. Sekarang ini, lumba-lumba dan ikan paus sudah langka, maka lumba-lumba dan ikan paus harus dilindungi. Lumba-lumba dan ikan paus telah mulai dilindungi di seluruh dunia.

Sumber

Minggu, 01 April 2012

Dugong, Spesiesnya Terancam Punah


Duyung, ikan duyung atau dugong (Dugong dugon) merupakansejenis hewan laut yang merupakan salah satu daripada empat spesies Sireniaatau lembu laut yang masih bertahan hidup selain manatee, ikan duyung bukanlahtermasuk ke dalam bangsa ikan. Ia merupakan satu-satunya hewan yang mewakilikeluarga Dugongidae. Ia juga merupakan satu-satunya sirenia yang bisa ditemukandi kawasan perairan sekurang-kurangnya di 37 negara di wilayah Indo-Pasifik,walaupun kebanyakan duyung tinggal di perairan utara Australia. Duyung ataudugong adalah satu-satunya mamalia lautherbivora atau maun (pemakan dedaunan),dan semua spesies sapi laut hidup pada perairan segar dengan suhu air tertentu.



Duyung sangat bergantung kepada rumput laut sebagai sumbermakanan, maka penyebaran hewan ini terbatas pada habitat pantai di mana iadilahirkan, dengan habitat utama duyung membutuhkan kawasan yang luas, perairandangkal serta tenang, seperti di kawasan teluk dan hutan bakau. Moncong hewanini menghadap ke bawah agar dapat menjamah rumput laut yang tumbuh di dasarperairan.

Duyung menjadi hewan buruan selama beribu-ribu tahun karenadaging dan minyaknya. Kawasan penyebaran dugong semakin berkurangan, danpopulasinya semakin menghampiri kepunahan. IUCN mengklasifikasikan dugongsebagai spesies hewan yang terancam, manakala CITES melarang atau mengharamkanperdagangan barang-barang produksi yang dihasilkan dari hewan ini. Walau punspesies ini dilindungi di beberapa negara, penyebab utama penurunan populasinyadi antaranya ialah karena pembukaan lahan baru, perburuan, kehilangan habitatserta kematian yang secara tidak langsung disebabkan oleh aktivitas nelayandalam menangkap ikan. Duyung bisa mencapai usia hingga 70 tahun atau lebih,serta dengan angka kelahiran yang rendah yang mengancam menurunnya populasiduyung. Duyung juga terancam punah akibat badai, parasit, serta hewan pemangsaseperti ikan hiu, paus pembunuh dan buaya.

Duyung semula diklasifikasikan oleh Müller pada tahun 1776sebagai Trichechus dugon, salah satu ahli genus manatee yang sebelumnyadidefinisikan sebagai Linnaeus. Ia kemudian ditetapkan sebagai jenis spesisDugong oleh Lacépède dan diklasifikasikan lebih lanjut di dalam keluarganyasendiri oleh Gray dan subfamilinya oleh Simpson. Perkataan "dugong"dalam bahasa Inggris dan bahasa-bahasa lain, berasal dari istilah dalam bahasaTagalog yakni dugong yang diambil dari istilah dalam bahasa Melayu yakniduyung, kedua-duanya memiliki makna yakni "perempuan laut." Nama-namalain termasuklah "lembu laut", "babi laut" dan "untalaut".